Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konfigurasi Load Balance Mikrotik

 

Load Balance merupakan teknik yang digunakan untuk membagi beban traffic dari jaringan ke beberapa jalur koneksi yang ada. Seperti misalkan kita memiliki sebuah router yang terhubung dengan beberapa ISP, maka dengan menerapkan load balance tersebut, kita bisa membagi traffic dari jaringan local yang kita miliki saat menuju keinternet melalui masing-masing dari ISP tersebut. Dengan demikian, ketika komputer-komputer pada jaringan local akan melakukan koneksi menuju internet, maka traffic data dari jaringan tersebut akan dibagi ke jalur-jalur koneksi internet yang dimiliki oleh router. Oleh karena itu, pada tutorial kali ini kita akan mencoba melakukan konfigurasi load balance sederhana menggunakan router mikrotik dengan beberapa skenario jaringan yang berbeda.

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Topologi Sederhana Load Balance

    Perhatikan gambar diatas, sebuah router dengan nama router BR1 terkoneksi keinternet melalui 2 ISP (Internet Service Provider) yaitu ISP21 dan ISP 2. Dengan demikian, kita bisa menerapkan load balance pada router BR1 sehingga traffic data menuju internet pada router BR1 tersebut akan melalui 2 jalur yaitu router ISP1 dan router ISP2. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah, melakukan konfigurasi IP Address pada router BR1. Adapun hasil konfigurasi IP Address dan DNS Server pada router BR1 sesuai dengan topologi jaringan diatas adalah seperti tampak pada gambar dibawah ini.

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Konfigurasi IP Address dan DNS Server

    Karena router BR1 terkoneksi dengan dua ISP maka saat melakukan konfigurasi gateway maka IP Address kedua ISP tersebut dimasukkan kedalam router  BR1 sebagai alamat gatewaynya.

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Konfiggurasi Default Gatway

Sampai tahapan ini, seharusnya router BR1 sudah bisa terkoneksi dengan internet dan bisa diuji dengan melakukan tes ping ke server-server yang ada di internet, misalkan google.com

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Tes koneksi internet router BR1

Setelah router BR1 berhasil terkoneksi ke internet, maka langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi NAT supaya komputer-komputer yang berada pada router BR1 juga bisa terkoneksi menuju internet. Seperti pada contoh topologi yang digunakan, alamat IP Address komputer klien pada router BR1 adalah 192.168.255.0/24, maka konfigurasi firewall NAT yang dilakukan akan tampak seperti gambar dibawah ini.

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Konfigurasi Firewall NAT

Konfigurasi firewall NAT seperti tampak pada gambar diatas dilakukan sebanyak 2 kali, dimana pada setiap perintah firewall NAT untuk out-interface yang digunakan adalah interface yang terhubung dengan masing-masing ISP. Seperti tampak pada gambar dibawah ini, salah satu komputer klien yang berada pada router BR1 sudah bisa terkoneksi dengan google.com Langkah konfigurasi load balance diatas menggunakan teknik ECMP (Equal Cost Multi Path), yang merupakan teknik paling sederhana dalam load balance. Adapun pemilihan link koneksi mana yang akan digunakan untuk membawa traffic ke internet akan bersifat round robin yaitu link dari ISP1 dan ISP2 akan digunakan secara acak. Manakala salah satu link sudah full dengan traffic, maka router mikrotik akan mengalihkan traffic selanjutnya ke link yang masih kosong sehinga kedua link tersebut sama-sama digunakan secara seimbang (balance).

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Monitoring link koneksi

Apabila memiliki koneksi internet dari beberapa ISP seperti pada contoh konfigurasi diatas, router yang akan menentukan secara otomatis link mana yang akan digunakan oleh komputer klient saat terkoneksi ke internet, kita juga bisa menentukan sendiri link koneksi mana yang akan digunakan oleh komputer klient untuk terkoneksi ke internet. Perhatikan topologi jaringan pada gambar dibawah ini.

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Topologi Load Balance

Seperti tampak pada gambar diatas, saat ini ada sedikit perbedaan dengan topologi jaringan yang sebelumnya digunakan. Saat ini kita mengiginkan supaya IP Address dari range 192.168.255.10 – 192.168.255.20 akan menggunakan link dari ISP2 untuk menuju ke internet. Adapun untuk range IP dari 192.168.255.21 – 192.168.255.30 akan menggunakan link dari ISP1. Konfigurasi-konfigurasi yang dilakukan untuk hal ini tidak jauh berbeda dengan konfigurasi yang sebelumnya dilakukan, mulai dari pengaturan IP Address, DNS serta default Gateway nya. Adapun perbedaan konfigurasinya hanya terletak pada konfigurasi firewall NAT saja. Jika konfigurasi firewall NAT yang dilakukan pada konfigurasi sebelumnya menggunakan action masquerade, maka pada konfigurasi kali ini action yang akan digunakan adalah srcnat. Langkah konfigurasi firewall NAT nya akan tampak seperti pada gambar dibawah ini.

Konfigurasi Load Balance Mikrotik
Konfigurasi Firewall NAT

Perlu diketahui, action masquerade pada firewall NAT juga bisa digunakan pada konfigurasi ini, mengingat interface yang digunakan oleh router BR1 untuk terkoneksi ke ISP1 dan ISP2 terpisah, yaitu menggunakan ether1 dan ether2. Jika ingin menggunakan action masquerade maka pada saat membuat konfigurasi firewall NAT opsi out interface harus ditentukan menggunakan ether1 ataupun ether2. Namun disini sengaja kami berikan contoh konfigurasi menggunakan action srcnat, karna bisa jadi router yang kita miliki hanya memiliki 1 interface yang digunakan untuk terkoneksi ke ISP-ISP yang ada. Maka untuk memisah link ini mana yang akan digunakan oleh router untuk membawa traffic dari komputer klien kita bisa menerapkan action srcnat ini, dan tentunya dengan tambahan 1 buah switch yang dipasang diantara router mikrotik dengan ISP-ISP yang ada. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Konfigurasi Load Balance Mikrotik"