Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konfigurasi Dasar Mikrotik - Bagian Ke 2



Pada tutorial sebelumnya kita telah membahas mengenai tutorial-tutorial dasar mikrotik, dimana pada tutorial tersebut terakhir yang kita bahas ialah sampai tahap router mikrotik berhasil terkoneksi ke internet. Sekarang kita lanjutkan pada tahapan konfigurasi selanjutnya, dimana topologi jaringan yang akan dita pakai masih sama seperti topologi yang sebelumnya dengan sedikit perubahan.
Tolopogi Jaringan
Topologi Jaringan

1.      Konfigurasi Firewall NAT

Supaya setiap komputer klien bisa terkoneksi ke internet melalui router mikrotik, maka pada router mikrotik tersebut harus bisa menjalankan fungsi Network Address Translation (NAT) dan melakukan teknik masquerade. Perintah yang digunakan untuk membuat NAT dengan teknik masquerade ini adalah :

ip firewall nat add chain=srcnat src-address=[IP_Network] out-interface=[Nama_Interface] action=masquerade

Dari perintah diatas, yang perlu diperhatikan adalah pada bagian src-address, bagian ini akan mentukan IP Address mana saja yang akan diberikan akses untuk menuju internet, jika diisi oleh alamat IP Network, maka semua IP Address yang berada pada network tersebut bisa mengakses internet, jika hanya diisi dengan satu IP Address tertentu misalkan 192.168.100.1 maka komputer dengan IP Address ini saja yang bisa mengakses internet, adapun jika dikosongkan maka semua alamat IP Address pada router tersebut bisa mengakses internet. 
Adapun perintah out-interface ini akan menentukan melalui interface mana yang akan digunakan untuk menuju ke internet, tentu saja interface pada router yang telah terhubung ke internet, dalam kasus ini interface dengan nama Internet.
Sedangkan perintah Masquerade ini akan membuat semua klient yang ada pada mikrotik akan menggunakan IP Publik pada router saat menuju ke internet.
Konfigurasi NAT
Konfigurasi NAT
Adapun jika menggunakan winbox, langkah-langkah konfigurasinya adalah melalui menu IP→Firewall→NAT klik tanda +
Konfigurasi NAT
Konfigurasi NAT
Pada tahap ini, seharusnya komputer-komputer klient yang terhubung dengan router mikrotik sudah bisa terkoneksi ke internet, dengan syarat komputer klient sudah dikonfigurasi IP Address nya seperti gambar dibawah ini.

2.      Konfigurasi DHCP Server

DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol) akan sangat dibutuhkan manakala kita tidak ingin repot-repot mensetting IP Address pada komputer klient satu-persatu. Dimana dengan DHCP Server ini, setiap komputer akan mendapatkan IP Address secara otomatis dari DHCP Server. Untuk membuat DHCP Server ini caranya ialah dengan mengetikkan perintah ip dhcp-server setup kemudian isi parameter-parameter yang dibutuhkan, lengkapnya seperti dibawah ini :
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server setup                                   
Select interface to run DHCP server on

[perintah diatas untuk memulai konfigurasi DHCP Server]

dhcp server interface: Local
Select network for DHCP addresses

[Penentuan interface yang akan menjalankan fungsi DHCP Server, dalam hal ini interface Local sesuai topologi jaringan yang dipakai]

dhcp address space: 192.168.100.0/24
Select gateway for given network

[Penentuan network address yang sesuai dengan alamat network pada interface router yang akan menjalan fungsi DHCP Server]

gateway for dhcp network: 192.168.100.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server

[Penentuan default gateway, dimana gateway nya adalah IP Address pada interface Local pada router]

addresses to give out: 192.168.100.2-192.168.100.254
Select DNS servers

[Perintah diatas mentukan range alamat IP berapa saja yang akan di distribusikan ke komputer klient, yaitu dari IP 192.168.100.2 sampai 192.168.100.254]

dns servers: 203.0.113.1,8.8.8.8
Select lease time
[Perintah diatas menentukan alamat DNS Server yang akan didistribusikan ke komputer klient]

lease time: 3h

[Perintah diatas menentukan berapa lama waktu yang akan digunakan oleh sebuah komputer klient menggunakan IP Address yang diberikan, 3h berarti 3 jam]

[admin@MikroTik] >

Proses setup DHCP Server telah berhasil di buat, selanjutnya jika ada komputer klient yang terhubung ke router dan meminta alamat IP Address, maka alamat IP Address yang telah diberikan ke komputer klient tersebut dapat dilihat dengan menggunakan perintah ip dhcp-server lease print.
DHCP Server Mikrotik
DHCP Server Mikrotik
Seperti tampak pada gambar diatas, terdapat satu alamat IP Address yang sudah didistribusikan kepada komputer klient, yaitu IP 192.168.100.254. Jika menggunakan winbox, untuk melalukan setup DHCP Server ini dapat dilakukan dari menu IP → DHCP Server → DHCP Setup
 DHCP Server Setup
DHCP Server Setup
DHCP Lease
DHCP Lease

3.      Konfigurasi Network Time Protocol (NTP) Client

Terkadang dibutuhkan suatu konfigurasi pada router mikrotik yang dijalankan pada jam-jam tertentu atau hari-hari tertentu, oleh karena itu router mikrotik harus dikonfiguasi jam dan tanggal nya supaya sesuai. Perlu diketahui, untuk router mikrotik yang tidak memiliki battery untuk menyimpan konfigurasi waktu dan tanggal, setiap kali router di restart maka konfigurasi waktu dan tanggalnya akan kembali kacau. Oleh karena itu pada router mikrotik kita perlu setting NTP Client (Network Time Protocol) supaya waktu dan tanggal yang ada pada router mikrotik tersinkronisasi dengan NTP Server yang ada di internet.
Untuk menggunakan NTP Client ini, router mikrotik harus bisa menjangkau NTP Server yang ada di internet, untuk NTP Server Indonesia Anda bisa cek di http://www.pool.ntp.org/zone/id untuk praktek kali ini kita bisa gunakan NTP Server dengan IP Address 203.160.128.3 adapun langkah konfigurasi NTP Client nya adalah sebagai berikut :
System ntp client set primary-ntp=[IP_NTP_SERVER] enabled=yes mode=unicast
NTP Client
NTP Clien
Setelah penentuan alamat NTP Server, selanjutnya ialah mengatur Time Zone sesuai lokasi anda berada, misalkan kita berada diwilayah Makasar maka pengaturan time zone nya mengguanakan Asia/Makassar menggunakan perintah
System clock set tim-zone-name=Asia/Makassar
Time Zone
Time Zone
Jika menggunakan winbox langkah-langkahnya ialah dari menu System → NTP Client untuk mengatur NTP Client dan menu System → Clock untuk mengatur Time Zone.
NTP Client
NTP Client
Time Zone
Time Zone

4.      Menyimpan dan Mengembalikan Konfigurasi

Hal penting yang harus dilakukan jika telah selesai membuat suatu konfigurasi pada router mikrotik ialah membackup konfigurasi tersebut. Jika kita sudah membackup konfigurasi pada route mikrotik, maka kedepannya jika terjadi masalah pada konfigurasi router mikrotik, maka kita bisa restore konfigurasi mikrotik tersebut ke konfigurasi yang sebelumnya sudah terbackup. Walaupun router mikrotik di reset, file backup ini tetap tersimpan di router mikrotik. Perintah untuk membackup konfigurasi router mikrotik ialah :
System backup save name=[nama_file_backup]
Backup Konfigurasi
Backup Konfigurasi
Adapun perintah untuk melakukan restore konfigurasi dari konfigurasi yang telah di backup adalah :
System backup load name=[nama_backup_file]
Restore Konfigurasi
Restore Konfigurasi

Post a Comment for "Konfigurasi Dasar Mikrotik - Bagian Ke 2"