Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DHCP Server Mikrotik



Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan protocol jaringan yang memungkinkan sebuah perangkat jaringan membagi konfigurasi IP Address kepada computer user yang membutuhkannya. Jadi, dengan memanfaatkan DHCP, user akan mendapatkan konfigurasi IP Address, Subnet Mask, Gateway dan DNS Servernya secara otomatis. Perangkat yang membagi konfigurasi IP Address ini dinamakan dengan DCHP Server, sedangkan computer yang meminta IP Address pada DHCP Server disebut dengan DHCP Client.

Dengan DHCP Server ini, kita tidak perlu repot – repot melakukan konfigurasi IP Address pada setiap komputer klient yang terhubung dengan jaringan kita, kita cukup mengaturnya pada DHCP Server. Hal ini akan tentunya akan sangat membantu terutama jika kita memiliki klient-klient yang banyak, akan sangat merepotkan jika kita harus setting manual IP pada komputer klient kita. DHCP Server ini sangat cocok jika diterapkan di Warnet, Sekolah, dan masih banyak lagi.

Pada tutorial kali ini, penulis akan berbagi informasi mengenai bagaimana cara konfigurasi DHCP Server di router mikrotik. Kita akan membuat konfigurasi DHCP Server mikrotik sesuai dengan topologi seperti gambar diatas. Namun, untuk konfigurasi DHCP Server di mikrotik router, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya konfigurasi DHCP Server nya berhasil.

Address Pool

Untuk mengatur range dari IP Address yang akan didistribusikan ke klient, dapat diatur pada Address Pool ini. Jika menggunakan Command perintah untuk membuat address pool adalah sebagai berikut :
ip pool add nam=nama_address_pool ranges=range_ip
Sebagai contoh, pada tutuorial kali ini kita akan mendistribusikan 50 Alamat IP Address untuk komputer klient mulai dari IP 192.168.255.100 sampai 192.168.255.150, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
ip pool add name=LocalIP ranges=192.168.255.100-192.168.255.150 
Jika menggunakan winbox, pembuatan Pool baru dapat dilakukan melalui menu IP -> Pool kemudian klik tanda + kemudian isi parameter-parameter sesuai dengan perintah pada command.

DHCP Server Network Address

Konfigurasi selanjutnya adalah penentuan network address nya, pada konfigurasi ini kita akan menentukan berapa Subnetmask, Default Gateway, dan DNS Server untuk komputer klient kita. Perintah untuk membuat DHCP Server Network Address baru perintahnya adalah :
ip dhcp-server network add address=alamat_ip/prefix gateway=ip_gateway dns-server=ip_dns
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada perintah diatas, untuk address kita isikan IP Network dari jaringan kita, jika mengikuti IP pada topologi yang akan kita bangun maka Network addressnya adalah 192.168.255.0/24. Tanda /24 menunjukkan nilai dari subnetmask jaringan kita yaitu 255.255.255.0. Untuk pilihan gateway kita isikan IP interface router mikrotik yang terhubung dengan klient, pada kasus ini IP tersebut adalah 192.168.255.1 yang berada pada interface ether2. Untuk dns-server kita isikan juga IP ether2 router yaitu 192.168.255.1 karena router mikrotik kita juga berfungsi sebagai DNS Server. Sehingga perintah lengkap nya adalah seperti ini :
ip dhcp-server network add address=192.168.255.0/24 gateway=192.168.255.1 dns-server=192.168.255.1
Jika menggunakan winbox konfigurasi ini dapat dilakukan melalui menu IP->DHCP Server->Network dan klik tanda +.

Pengaktifan DHCP Server Pada Interface 

Langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah mengaktifkan DHCP Server nya pada interface yang kita inginkan yang IP Interface tersebut berada pada kelas IP yang sama dengan DHCP Server Network Address dan Pool yang sudah kita buat. Kita juga bisa mengatur berapa lama IP yang akan kita distribusikan ke komputer klient dapat dipakai oleh komputer klient tersebut.
ip dhcp-server add interface=interface_mikrotik address-pool=nama_address_pool lease-time=waktu
Contoh konfigurasi yang dapat dilakukan berdasarkan topologi jaringan diatas adalah sebagai berikut :
 ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=LocalIP lease-time=30m disable=no
 Jika menggunakan winbox konfigurasi ini dapat dilakukan melalui menu IP->DHCP Server kemudian klik tanda + dan isi parameter-parameter sesuai dengan perintah pada command. Sampai disini, settingan DHCP Server pada mikrotik sudah selesai dilakukan, tinggal melakukan pengujian pada komputer klient. Namun pastikan settingan IP Address pada klient harus menggunakan Dynamis, seperti gambar dibawah ini.

Setelah koneksi dari klient berhasil dilakukan, maka akan tampak IP akan didapatkan oleh komputer klient seperti gambar dibawah ini.

Kita juga bisa memonitoring komputer-komputer klient yang sudah terkoneksi dan mendapatkan IP dari router mikrotik kita, Anda bisa melihatnya dari menu lease di DHCP Server menggunakan winbox seperti tampak pada gambar dibawah ini.
Jika menggunakan command ada dapat memeasukkan perintah berikut untuk melihat list IP yang sudah didistribusikan ke komputer klient :
ip dhcp-server lease print
Sekian dulu tutorial DHCP Server Mikrotik ini yang dapat disampaikan. Untuk mendapatkan versi pdf dari tutorial ini, Anda bisa download disini. Terima kasih.

Post a Comment for "DHCP Server Mikrotik"