Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Amankan Data Pribadi di Laptop/Komputer Anda !

 
  Setiap kita tentunya memiliki data-data pribadi yang tidak boleh orang lain mengetahui nya kecuali kita sendiri. Baik itu data kerjaan, data pelajaran, maupun data-data penting lainnya. Kita tidak ingin data yang sudah susah payah kita mendapatkan/membuatnya selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun hanya dalam hitungan menit data tersebut di copy orang lain, atau bahkan dihapus orang lain dan itupun mereka lakukan pada laptop atau komputer pribadi kita sendiri yang sedang mereka pakai. Apalagi orang yang melakukan hal tersebut bisa jadi anak kita, saudara, dan teman-teman dekat kita yang setiap hari berbagi pinjem laptop/komputer yang kita miliki dengan mereka.
    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengamankan data kita dalam keadaan yang seperti ini. Dalam tutorial kali ini, penulis akan berbagi tips dan trik yang dapat dilakukan untuk mengamankan data pribadi dilaptop/PC kita dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, dan fokus bahasannya hanya pada komputer dengan sistem operasi Windows.

User Account Windows

    Langkah pertama yang dapat dicoba untuk mengamankan data pada komputer kita adalah dengan memanfaatkan fitur User Account Windows di komputer kita. Pada dasarnya, user account windows kita sudah langsung dibuat saat pertama kali melakukan installasi sistem operasi windows di komputer / laptop kita. Pada tutorial ini, sistem operasi yang digunakan oleh penulis adalah menggunakan windows 7.
Untuk mengakses user account pada windows 7, dapat diakses melalui Control Panel -> User Account and Family Safety -> User Account

    Seperti gambar diatas, saat ini user account dengan Nama 'Syakir' sudah terbentuk, dimana user tersebut menjadi Administrator. Jika komputer/laptop kita akan dipakai oleh banyak orang seperti ilustrasi diatas, maka kita bisa membuat User Account Windows baru pada komputer kita dan pastikan User tersebut dibuat bukan sebagai Administrator, melainkan user biasa. Kenapa demikian ? Karena User Account Windows memiliki 2 level :

  • Administrator, ini merupakan user yang memiliki otoritas penuh terhadap system komputer kita, dengan user level ini kita bisa membuat user account windows baru, menginstall program, dan lain-lain
  • Non-Administrator (Guest, Users), ini merupakan user yang tidak memiliki hak akses penuh terhadap sistem komptuer kita. User ini tidak bisa membuat user account, tidak bisa melakukan install/uninstall program, serta merubah settingan-settingan pada sistem komputer.
  Untuk membuat user account baru klik Manage another account -> Create a new account -> Isikan nama User yang diinginkan -> Pilih Standart User dan klik Create Account. Hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini.


      Saat ini di dikomputer kita sudah memiliki 2 buah user account windows, 1 account dengan nama Syakir yang merupakan Administrator dan 1 user dengan nama Anak yang merupakan Standart User (Non-Administrator). Setelah terbuat 2 account seperti diatas, jangan lupa untuk memberikan password pada ke dua user account tersebut, karena akan percuma membuat user-user account seperti diatas kalau password user account nya tidak di setting. Ini akan mengakibatnya User yang bukan Administrator akan bebas masuk ke user Administrator !
    Untuk memberikan password pada user account nya, tinggal kita pilih salah satu dari ke-2 user diatas kemudian pilih Create a password, dan anda akan ditampilkan pada menu pengisian password nya. Setiap kali komputer hidup maka akan selalu ditampilkan user account yang ada pada komputer kita dan kita harus memilih untuk login menggunakan user yang ada. Jadi jika dalam suatu kondisi komputer kita dipinjam oleh teman, maka kita bisa meminta teman kita untuk menggunakan user yang telah kita buat khusus untuk mereka pakai.
     Jika diperhatikan setelah kita membuat 2 user account windows, maka pada Drive C:\User\ akan terbuat 2 buah folder sesuai dengan nama user windows yang telah dibuat. Perhatikan gambar dibawah ini.
   
     Nah, didalam kedua folder tersebutlah masing-masing data untuk kedua user disimpan. Dengan kata lain, folder tersebut adalah My Document nya mereka. Setiap user dengan level administrator dapat dengan leluasa melihat isi dari folder document user yang bukan administrator. Sedangkan user dengan level bukan Administrator, hanya dapat melihat dokument nya sendiri dan tidak bisa melihat dokument user non-Administrator lainnya dan tentunya tidak juga bisa melihat dacument user Administrator !

Security Akses Folder

     Langkah selanjutnya untuk mengamankan data Anda adalah dengan memanfaatkan fitur Security Folder pada sistem windows. Jika data Anda hanya disimpan pada My Document di PC Anda, anda tidak perlu konfigurasi security folder karna data anda sudah otomatis diamankan didalam folder Documents tersebut. 
    Beda halnya jika data tersebut Anda simpan di partisi yang berbeda, misalkan di partisi D:\. Walaupun di komputer Anda sudah dibuat user account untuk orang lain, user tersebut dengan leluasa bisa mengakses data Anda yang disimpan di partisi D:\ tersebut, kecuali Anda atur security aksesnya ! Perlu diketahui bahwa pengaturan security folder ini agak ribet karena pengaturannya dilakukan sebanyak folder yang ingin anda amankan. Misalkan dipartisi D:\ komputer Anda terdapat 5 Folder, dan anda tidak ingin ke-5 folder tersebut bebas diakses orang lain, maka Anda harus melakukan settingan security folder ditiap-tiap folder tersebut.
Bagaimana jika didalam ke-5 folder tersebut berisi puluhan sub folder lagi, apakah harus atur kembali security-nya ? Jawabannya adalah tidak perlu, karna security sub folder akan mengikuti parent folder nya.
      Untuk melakukan pengaturan security ini ialah dengan klik kanan pada folder dan pilih Properties -> 
Pilih Tab Menu Security -> Klik Tombol Edit -> Pilih Add -> Ketikkan Nama User yang ingin di atur security nya.

     Perhatikan kolom Allow dan Deny pada gambar diatas (area yang diwarnai), disinlah pengaturan hak akses untuk folder ini. Jika ingin memberikan hak akses penuh pada suatu user yang harus dilakukan adalah dengan men-check list semua pilihan dikolom Allow, sedangkan jika ingin membatasi hak akses suatu user yang harus dilakukan adalah dengan men-check list semua pilihan dikolom Deny. Tapi perhatikan, sebelum mengatur pilihan ini harus di klik dulu User yang ingin di atur security-nya seperti contoh diatas.

     Kedua cara diatas dapat anda coba untuk mengamankan data pribadi dilaptop Anda dari serangan tangan-tangan berbahanya, namun apabila Anda ingin mengamankan data Anda dari serangan Virus tentunya Anda bisa menggunakan Antivirus. Sedangkan jika Anda ingin mengamankan data dari kerusakan Hardisk komputer atau laptop maka cara satu-satunya adalah dengan membuat copy-an data dan disimpan pada tempat penyimpanan yang berbeda, seperti Google Drive misalnya. Anda bisa baca artikel mengenai Google Drive ini pada postingan saya sebelumnya mengenai Google Drive.

Terima kasih sudah berkunjung.

Post a Comment for "Amankan Data Pribadi di Laptop/Komputer Anda !"